19April2014

Anis Matta Menjawab | Wawancara Anis Matta dan Metro TV

Anis Matta Menjawab | Wawancara Anis Matta dengan Metro TV

Berikut adalah transkrip wawancara Metro TV dengan M. Anis Matta, LC, Presiden PKS yang baru temani oleh Boni Hergens sebagai pengamat politik. Silahkan di simak sebagai berikut.

Metro tv: 
Pak Anis, penyalahgunaan otoritas yang mana ini pak, untuk lebih detail?

Anis: 
Mas, dari tadi siang sampai sekarang saya sudah jawab pertanyaan yang sama dan permirsa       umumnya sudah mendengarkan jawaban saya. Dan di sesi metro siang saya jelaskan juga persoalan ini. Saya lebih suka kalau ada pertanyaan lain supaya kita lebih keluar dari tema konspirasi ini, supaya tidak mengulang-ulangi aja gitu lho!

Metro tv: 
Yang anda jawab tadi siang tentang konspirasi tidak menyerang lembaga, tidak menyerang personal, tetapi otoritas. Kita ingin lebih jelas mendengar otoritas yang mana yang anda maksud.

Anis: 
Saya tadi kan sudah menjelaskan… 
Saya tidak suka mengulangi, karena ini yang kita lakukan adalah pembacaan terhadap situasi makro kita dalam proses penerapan hukum. Saya tidak sedang menyerang lembaga, saya sepenuhnya menyerahkan kepada KPK. Tetapi kita menganalisa proses makronya. Dalam proses makronya terlihat bahwa unsur penggunaan otoritas yang salah itu juga kelihatan. Tapi saya tidak ingin masuk lebih detail dari itu. Saya lebih suka kalau ada pertanyaan lain supaya kita tidak mengulang-ulang, kita hargai juga waktu pemirsa.

Metro tv: 
Oke karena tadi belum mendapatkan jawaban jelas. Tapi tidak apa-apa, anda menolak untuk menjawab itu. Kami tanyakan selanjutnya, karena banyak dari pidato politik anda yang menarik tadi bila disimak. Kemudian anda mengatakan hentakan sejarah untuk membangunkan macan tidur PKS. Macan tidur seperti apa Pak? Apa PKS ini sedang geram dengan permasalahan yang menimpa sekarang ini atau seperti apa?

Anis: 
Jadi begini… 
PKS sebagai partai islam dan kita semua sebagai muslim selalu mencoba memberikan perspektif langit terhadap peristiwa bumi. Jadi begitu kita menghadapi cobaan ini; yang tidak kita duga sama sekali; kita menganggap ini adalah semacam isyarat dari Allah SWT, peringatan dari Allah SWT yang membangunkan dan menyadarkan kita sekaligus. Apakah berarti selama ini kita tidur? Tidak!! Tetapi biasanya akumulasi kesalahan-kesalahan kecil yang kita lakukan sebagai manusia biasa kemudian membuat kita lemot, lemah dan seterusnya. 

Karena itu kiriman ini kita persepsikan bahwa ini isyarat dari Allah untuk kita harus bangkit. Mungkin sekali kita melakukan kesalahan, karena itu proses pertama yang kita lakukan adalah pembenahan internal. Banyak orang percaya teori konspirasi, tetapi saya jauh lebih percaya proses pembelajaran dan instrospeksi ke dalam secara terus menerus. Karena itu seperti yang saya katakan tadi, saya tidak ingin jauh mendefenisikan siapa musuh saya, itu tidak penting bagi saya. Tapi saya ingin memperbaiki diri, ingin membenahi partai saya, ingin melakukan perbaikan yang revolusioner di dalam diri ini, di dalam partai ini untuk bangkit kembali, karena kita punya banyak tugas-tugas kebangsaan yang besar. Saya ingin FOKUS pada pembenahan ini. 

Metro tv: 
Pak Anis, artinya anda menolak menyebutkan atau mendefenisikan siapa musuh-musuh anda, tetapi tetap pada statement bahwa ada otoritas yang disalahkan, begitu?

Anis: 
Saya tidak berorientasi pada penyalahan lembaga tertentu, tidak!!! 
Saya tidak sedang mengumumkan perang, tetapi saya ingin memberikan persepsi kepada konsituen PKS, kader PKS, bahwa inilah masalah yang sedang kita hadapi.
Tetapi masalahnya bukan disitu, bukan pada konspirasi itu. Masalahnya ada pada diri kita sendiri. Apa yang harus kita lakukan untuk bangkit membenahi diri dan kemudian melakukan tugas-tugas besar kita. Saya lebih fokus ke situ.

Metro tv: 
Sekarang kita ke bung Boni. Apa yang dapat anda lihat dari pidato politik Anis Matta siang tadi?

Boni: 
Saya melihat sangat menarik, cuma begitu ditanyakan kembali menjadi tidak menarik. Karena sebetulnya apa yang dikatakan Pak Anis dalam pidatonya itu, masuk kepada jantung persoalan. Begitu ditanyakan lagi ternyata agak menghindar. Diakhir tahun 2012 kemaren dalam acara refleksi tutup tahun,  saya pernah mengatakan 2013 ini akan menjadi tahun politisasi, tahun dimana banyak elit politik atau partai politik yang muncul ke permukaan karena kasus politik yang penuh skandal dan lain-lain yang berkaitan dengan kekuasaan.

Metro tv: 
Maksudnya  yang seperti sekarang ini?

Boni: 
Saya ingin mengatakan bahwa perang antar elit ini akan begitu tajam dan kasar di tahun 2013. Bisa internal atau eksternal partai. Nah, apa yang terjadi pada PKS ini masih menjadi pertanyaan kita. Apa ini perang internal yang kemudian dimanfaatkan eksternal? Ini yang harus dijawab. Tapi yang pasti kasus Pak Lutfhi ini-kan fakta hukumnya sudah jelas, formal dan makro. Bahwa sudah jelas ada penyuapan  dan seterusnya, sehingga ada penangkapan oleh KPK. Artinya saya mengatakan bahwa ini skandal.

Metro tv: 
Dipenutupan tahun itu sudah menduga atau memang sudah tau kasus ini atau bagaimana? 

Boni: 
Saya menduga bukan karena saya tau kasus ini, tapi melihat dari logika. bagaimana menjaga equilibrium, timbangan dari ekosistem politik. Artinya ketika demokrat dihajar habis-habisan pada satu periode, dia menjadi sentrum berita dan dianggap sebagai partai bermasalah. Logis kalau kemudian sentrum persoalan ini diperlebar.

Metro tv: 
Harus ada partai lain yang jadi korban?

Boni: 
Ya!! Tapi tidak harus demokrat atau siapapun. 
Tapi yang pasti keseimbangan itu terbangun ketika sentrum ini diperlebar. Tapi saya tidak mau mengatakan Pak Luthfi benar. Yang pasti kasus hukum itu benar ada skandal. Tetapi apakah ada permainan konspirasi penyalahgunaan otoritas seperti yang dikatakan oleh Pak Anis, itu kan menjadi PR buat PKS. 
Tapi harus kita lihat bahwa…
PKS jubah putihnya sudah dibercaki oleh noda hitam. Nah maka PKS akan kewalahan pastinya menuju 2014 untuk kembali memutihkan jubah ini.

Metro tv: 
Ok… Pak Anis menyatakan berulang-ulang tidak ingin mengulang lagi, tidak ingin masuk pada defenisi siapa lawannya. Tapi saya ingin follow up. Pak Mahfudz Siddiq di beberapa media online menyebutkan bahwa ada operasi yang sudah cukup lama didengar yang menargetkan pimpinan-pimpinan parpol menjadi sasarannya. Tetapi lolos perhitungan kepada, bahwa ini akan mengarah ke Presiden PKS. Apakah di dalam internal PKS memang ada isu tentang operasi yang menargetkan pimpinan partai seperti yang diungkapkan Pak Mahfudz Siddiq?

Anis: 
Kalau itu sudah lama kita rasakan. Tetapi saya sekali lagi ingin mengatakan bahwa saya hanya ingin mengangkat persoalan ini untuk menjelaskan kepada kader, konstituen dan masyarakat umum bahwa ini situasi yang dihadapi PKS. Tetapi saya tidak mau konsen berperang. 

Saya ingin konsen pada pembenahan, itu yang saya katakan! Karena itulah maka saya tidak mau menjawab detail tentang konspirasi itu. Saya ingin meletakkan itu sebagai konteks dimana saya bekerja pada proses pembenahan.

Metro tv: 
Pembenahan seperti apa, Pak? Apakah nanti akan terjadi perombakan pengurus dan struktur secara besar-besaran? atau seperti apa?

Anis: 
Ya, sekarang kita hanya melakukan pembenahan secara menyeluruh… 
Pertama-tama yang kita lakukan tentu mulai dari taubat nasional dulu. Kita perbaiki persoalan ini dalam dua dimensi. 
Satu dimensi hubungan kita dengan Allah SWT, mungkin kita pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang terakumulasi dalam waktu yang lama dan kita mendapatkan cobaan seperti ini. 
Yang kedua dalam dimensi hubungan kita sesama manusia. 
Ketiga, saya akan melakukan konsolidasi dengan agenda pertaubatan nasional ini. Insya Allah kita menyamakan frekuensi spiritual kader-kader PKS bersama konstituen secara keseluruhan, setelah itu baru kita melakukan agenda-agenda selanjutnya.

Boni: 
Tadi anda bilang, bahwa anda percaya teori konspirasi. Ya Ok! Di luar sana banyak yang bilang bahwa orang yang percaya dengan teori konspirasi adalah orang yang kalah. Terlepas dari persoalan ada skenario besar, ada tangan besar, ada otoritas besar, ada yang bermain dibelakang panggung mengatur sandiwara ini, saya dan publik indonesia melihat bahwa apa yang terjadi pada Pak Lutfhi memang skandal hukum ekspor. Maka PKS-pun tidak bisa mengatakan bahwa ini sebuah skenario. Dengan secara tidak langsung anda mengatakan PKS tidak bersalah, tapi dibersalahkan, supaya citra partai dirusak. Saya tidak melihatnya kesitu. Karena jika itu yang terjadi kenapa nggak dari dulu, kenapa baru sekarang? 
Artinya apa? Ini benar ada skandal…!! Ini benar PKS tak seputih jubahnya gitu lho...! Dan juga muncul dalam polemik bahwa kasus Pak Lutfhi ini tak lepas dari permainan orang dalam juga. Bahwa ada orang PKS yang mengantar data ke KPK dan seterusnya dan membocorkan, itu isunya juga. 

Metro tv: 
Saya ingin mendengar jawaban anda tentang orang dalam/internal terkait tentang kasus Pak Luthfi yang sebelumnya sudah sering memberi data ke KPK?

Anis: 
Saya kira ini racun yang ingin disebarkan kepada PKS.. Ini terlalu jauh…!!!

Metro tv: 
Berarti TIDAK ADA ya Pak?

Anis: 
TIDAK!!!

Boni: 
Ya… Kita tidak bisa mengetahui mana yang benar, mana yang salah. Tapi saya mau mengatakan bahwa 2013 ini yang disebut tahun politisasi, di dalam defenisi kami akan sangat mungkin terjadi perang disatu kader partai, seperti terjadi di partai-partai lain. Bisa juga perang partai versus partai, dan seterusnya. 
Artinya bahwa politik ini sangat panas dan akan sangat kasar. Jadi PKS saat ini menjadi korban dan PKS saya pikir akan mengalami reaksi yang sangat serius. Yang pertama militansi kader-kadernya akan semakin kuat, dan itu yang dibangun, kelihatan dari pidato pak Anis. Kedua, ada konsekuensi lain, partai yang menonjol dengan nilai-nilai religius, berteriak tentang pemerintah bersih, demokrasi yang putih dan seterusnya, ternyata juga terbercak oleh noda  hitam. Artinya bahwa PKS harus bisa mencuci ini dengan kerja keras yang luar biasa. Tapi tidak akan pernah berhasil dalam 1 atau 2 pemilu Pak Anis. Ini butuh kerja keras yang serius.

Metro tv: 
Nah, terkait dengan kerja keras tadi, ada beberapa prediksi yang mengatakan bahwa dengan kasus ini terjadi, PKS elektabilitasnya akan hancur. Kerja besar apa yang anda maksudkan tadi di pidato politik anda?

Anis: 
Dalam benak saya sekarang ini saya tidak pernah memikirkan persoalan elektabilitas…!! Dan menurut saya hubungan politik PKS dgn masyarakat harus dibangun atas dasar hubungan kemanusiaan, bukan sekedar hubungan elektoral, bukan sekedar hubungan elektabilitas. 
Persoalan elektabilitas masalah yang teknis buat saya. Tetapi jauh lebih penting  adalah keluar dari jebakan politik demarketing yang selama ini kita bangun, yang selama ini kita percaya, kepada persoalan yang lebih hakiki, yaitu hubungan antar kita sebagai manusia, dimana kita meletakkan konteks hubungan politik kita. 
Hubungan kita dengan masyarakat sekarang ini terlalu industri. Kamu laku, kalau kamu bagus. Kamu mau laku maka kamu harus melakukan sepert ini, begitu kan! Saya ingin keluar dari political marketing seperti itu dan membangun sebuah hubungan politik baru dengan masyarakat yang berbasis pada hubungan  kemanusiaan yang lebih natural dan jujur, yang lebih humble. Karena selama ini… jebakan political marketing ini membuat hubungan kita dengan masyarakat menjadi hambar. 

Boni: 
Pak Anis, inikan PKS sangat marah kondisinya. Apa ada konsekuensinya ke koalisi? 
Karena begini, dengan statement anda dalam pidato yang rekamannya kita putar itu kelihatan sekali bahwa anda memakai kata "otoritas" beberapa kali. Dan kelihatan perang ini PKS vs otoritas!! 
Nah, otoritas yang mana, publik bisa menebaklah. Saya mau mengatakan, berani nggak PKS keluar dari koalisi?  Berani nggak PKS maju menabuh genderang perang? Ini akan kita lihat. Karena disinilah diuji kemurnian ideologi dan praktek politik PKS. Jangan sampai publik menilai bahwa yang dilakukan PKS sekarang hanya upaya untuk mencuci piring-piring kotor dengan cara melempar handuk.

Metro tv: 
Langsung saja ditanggapi pak Anis…

Anis: 
Saya tidak sedang membuat pernyataan perang dengan pihak manapun juga, sama sekali tidak…!!
Saya mempersepsi bahwa hubungan kita sebagai sebuah bangsa adalah hubungan pembelajaran, dimana kita ini ingin tumbuh sebagai sebuah bangsa. Kita bisa benar, bisa salah. Tetapi kita bisa melakukan perbaikan, itu yang saya maksud. 
Dan menurut saya, saya juga tidak akan menggiring persoalan ini menjadi perang politik antara PKS dan pihak tertentu. Dan didalam konteks itu, maka kita tidak membahas sama sekali apakah kita akan keluar dari koalisi atau tidak. 
Yang kita lakukan sekarang ini adalah melakukan pembenahan secara menyeluruh dan komprehensif kedalam.  Sebagian dari pekerjaannya adalah evaluasi secara menyeluruh terhadap apa yang sedang menimpa kita  saat ini. Barulah sesudah itu kita membuat peta baru atau road map PKS kedepan. Maka dari itu kita belum konsen sama sekali kepersoalan itu.

Metro tv: 
Kalau boleh publik tau Pak Anis, dalam pidato politik anda mengatakan, bukan hanya pembenahan kedalam tapi juga membenahi bangsa indonesia dan merasa ada yang salah dengan penggunaan otoritas. Tapi bukan mencari pemetaan atau defenisi musuh, karena anda menolak untuk menjawab itu kan! Tetapi kami ingin tau pembenahan yang bagaimana? Otoritas yang bagaimana dan sebaiknya digunakan seperti apa?  Dari sisi PKS bagaimana melihatnya?

Anis: 
Saya kira buat kami saat ini itu persoalan kedua. Sekarang tugas saya lebih banyak melakukan pembenahan kedalam. Pembenahan keluar itu nanti ada agenda tersendiri. Saya ingin fokus dulu kesini. Karena saya tidak bisa melakukan pembenahan ke skala negara kecuali kalau saya benar-benar melakukan perubahan yang jujur dan hakiki di dalam diri kami sendiri. Barulah setelah itu kita melakukan perubahan. Artinya kita menggunakan konsep yang kita percaya didalam islam, ibda' bi nafsik. Mulailah dari dirimu sendiri. Saat ini saya tidak dalam konteks membicarakan perubahan pada negara. Saya ingin memulai dari individu dulu, dari kita.

Metro tv: 
Baik, terkait dengan pembenahan kedalam, tadi dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, memang PKS belum berencana untuk keluar dari setgab. Tetapi banyak suara-suara dari kader yang meminta PKS untuk keluar dari setgab. Kenapa tiba-tiba hubungannya dengan setgab Pak?

Anis: 
Kalau itu suara lama didalam. Tapi saat ini kita belum bahas. Saat ini kita benar-benar fokus kepada pembenahan internal dulu. (Boni mengedipkan mata)

Metro tv: 
Apakah muncul lagi pertanyaan-pertanyan baru seperti itu Pak Anis?

Anis: 
Itu suara lama yang merasa selama ini kita tersandera. Tetapi itu butuh evaluasi lebih jauh. Saat ini fokus kami pembenahan internal dulu. 

Boni: 
Pak Anis, apakah ini tidak memberi kesan PKS-kan selama ini cari enaknya. Jadi kesannya partai ini cari enaknya, begitu dihajar habis-habisan baru ngamuk. Nah, sebetulnya publik melihatlah sejauh mana konsistensi PKS dengan nilai-nilai dan partai politiknya. Nah, sekarang kalau berbicara PKS dizolimi oleh otoritas, maka tunjukkan perlawanan serius terhadap otoritas  itu. Asumsinya dengan segera PKS keluar dari koalisi dan mengambil sikap oposisi, asumsinya. Dan ini mungkin akan sedikit melicinkan jalan PKS yang mulai penuh dengan kerikil dan lumpur menuju 2014. Artinya butuh keberanian bagi seorang pemimpin baru, lebih hati-hati kata dewan syuro PKS, lebih hati-hati itulah yang ditafsir lebih realistis! 

Metro tv: 
Tanggapan anda pak Anis…

Anis: 
Ya… kasihlah kami waktu untuk membenahi internal dulu. Sekarang kita rileks aja dulu, kita lakukan dulu kedalam, kita evaluasi semua secara makro, secara komprehensif, setelah itu baru kita lakukan langkah-langkah. Menurut saya keluar atau tidak itu jadi persoalan teknis.

Metro tv: 
Apakah sampai saat ini Pak Anis menduga ada partai lain yang mengatur ini atau tidak?

Anis: 
Saya tidak memperhatikan masalah itu.

Metro tv: 
PKS apakah geram karena sebelumnya menolak impor daging  amerika Pak?

Anis: 
Itu terlalu jauh, terlalu detail. Saya tidak ingin masuk kesitu.

Add comment


Security code
Refresh